Polri : Kebebasan Berpendapat Harus Seimbang dengan Kenyamanan Aktivitas Warga Lainnya

MEDIAMATARAKYAT.INFO, JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan tekadnya untuk senantiasa menjaga ruang publik sebagai wadah bersama yang aman, tertib, damai, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. Ruang publik dinilai bukan sekadar tempat menyampaikan aspirasi, melainkan pusat berjalannya berbagai aktivitas kehidupan mulai dari ekonomi, pendidikan, pelayanan negara, hingga kegiatan sosial yang semuanya butuh dukungan kondusif.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menjelaskan bahwa tugas menjaga ruang publik sejatinya adalah menjaga keseimbangan antara hak individu dan kepentingan kolektif masyarakat luas.

“Ruang publik adalah ruang bersama. Setiap warga memiliki kebutuhan dan kepentingan yang berjalan beriringan. Ada yang bekerja, berusaha, bersekolah, mengurus pelayanan publik, dan ada pula yang menyampaikan pendapat. Semua itu adalah hak yang wajib kita hormati bersama,” ujar Irjen Pol. Johnny di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Ia menegaskan, hak menyampaikan pendapat di muka umum adalah bagian tak terpisahkan dari demokrasi yang dilindungi hukum. Namun demikian, kesadaran untuk saling menghargai antarwarga menjadi kunci agar aktivitas tersebut tidak mengganggu hak orang lain yang juga menjalani kehidupan sehari-hari di ruang yang sama.

“Tentu kita semua menginginkan ruang publik yang aman dan nyaman. Maka diperlukan kesadaran menjaga harmoni: hak berpendapat tetap dihormati, begitu pula hak warga lain untuk beraktivitas, berusaha, dan mendapatkan pelayanan tanpa hambatan,” tegas Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.

Dalam konteks ini, Polri memegang peran sentral sebagai penyeimbang dan pelayan masyarakat. Kehadiran petugas di lapangan tidak hanya bertujuan mengamankan situasi, melainkan memastikan setiap kepentingan berjalan beriringan tanpa saling menggeser atau merugikan.

“Ketika aspirasi disampaikan, Polri hadir menjaga dan melayani. Di saat yang sama, kami pastikan warga lain tetap beraktivitas dengan tenang dan aman. Keseimbangan inilah yang menjadi pilar demokrasi yang dewasa,” tambah Kadiv Humas.

Demokrasi memberikan kebebasan berekspresi, namun kebebasan itu harus dibarengi tanggung jawab dan rasa saling menghormati. Polri pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk berperan aktif memelihara ketertiban. Dengan saling menghargai perbedaan kebutuhan, ruang publik akan tetap terjaga harmonis dan bermanfaat bagi semua pihak.

“Menjaga ruang publik adalah tanggung jawab kolektif. Polri terus berkomitmen menjadikan ruang bersama ini tetap aman, tertib, damai, dan nyaman agar seluruh warga dapat menjalankan hak serta kebutuhannya dengan baik,” pungkas Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.  (Ryand)

Writer: Ryand Kharisma Editor: Adhitya MR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *