mediamatarakyat.info, Maros | Respons cepat ditunjukkan oleh pihak pengembang Perumahan D’QUEEN setelah disorot oleh LSM Kompak Indonesia terkait masalah saluran pembuangan yang sebelumnya langsung mengalir ke areal persawahan milik warga Desa Damai. Keluhan dan perhatian yang disampaikan langsung ditindaklanjuti dengan persiapan material untuk melakukan perbaikan sistem pengelolaan air limbah dan saluran pembuangan di kawasan perumahan tersebut.
Ketua Tim Investigasi LSM Kompak Indonesia, Muhammad Nawir, kembali melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan memastikan adanya perubahan nyata. Di lokasi perbatasan antara kawasan perumahan dan lahan pertanian warga, Nawir menemukan tumpukan material berupa batu gunung yang sudah dipersiapkan. Material ini rencananya akan digunakan untuk pengerjaan perbaikan dan penguatan struktur saluran air, sekaligus mengubah aliran pembuangan agar tidak lagi masuk ke lahan warga.
“Kami melihat sendiri ada tumpukan batu gunung dan perlengkapan kerja yang sudah ada di lokasi. Ini bukti nyata bahwa pihak pengembang merespons keluhan dan sorotan yang kami sampaikan dengan sangat cepat. Rencananya material ini akan digunakan untuk memperbaiki dan memperkuat saluran air yang sebelumnya bermasalah,” ungkap Nawir saat dipantau di lapangan, Jum’at (15/5/2026).
Sebelumnya, LSM Kompak Indonesia menyoroti kondisi saluran pembuangan Perumahan D’QUEEN yang mengalir langsung ke sawah warga. Selain berpotensi mencemari lahan pertanian, kondisi tersebut juga dikhawatirkan dapat memicu longsor di batas tanah yang memisahkan kawasan perumahan dan lahan warga akibat jenuh air.
Atas langkah yang diambil saat ini, Nawir memberikan apresiasi tinggi kepada pihak pengembang. Menurutnya, sikap tanggap ini menunjukkan keseriusan dan rasa tanggung jawab dalam menjaga lingkungan serta hubungan baik dengan warga sekitar.
“Kami sangat mengapresiasi kerja cepat dari pihak pengembang Perumahan D’QUEEN. Tidak banyak pihak yang secepat ini merespons masukan dan keluhan masyarakat. Langkah ini sangat positif karena membuktikan mereka peduli dan mau berbenah demi kebaikan bersama, khususnya bagi warga Desa Damai yang lahannya selama ini terdampak,” tambah Nawir.
Nawir berharap proses pengerjaan perbaikan ini dapat diselesaikan dengan tuntas dan berkualitas, sehingga masalah aliran air yang masuk ke sawah warga benar-benar teratasi sepenuhnya. Ia juga berharap langkah ini menjadi contoh bagi pengembang perumahan lain agar selalu memperhatikan aspek lingkungan dan kepentingan warga sekitar dalam setiap pengelolaan kawasan hunian.













