Terjadi Pembunuhan di Jalan Irigasi Yonkes Maros, Sopir Maxim Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk  

mediamatarakyat.info, MAROS – Peristiwa memilukan terjadi pada Senin malam, tepatnya sekitar pukul 19.45 WITA di Jalan Irigasi Yonkes, Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros. Seorang pria ditemukan tewas dalam keadaan mengenaskan akibat diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban yang kemudian diketahui bernama Abd. Haris (50 tahun) ditemukan tergeletak di lokasi kejadian sekitar pukul 20.00 WITA oleh warga sekitar.

Korban menderita luka terbuka di bagian leher sebelah kanan yang diduga akibat sabetan senjata tajam, disertai luka di bagian pinggang. Berdasarkan keterangan keluarga dan saksi, korban bekerja sebagai pengemudi layanan transportasi online Maxim dengan rute menuju Bandara. Ia diketahui baru saja pulang bekerja saat peristiwa nahas itu menimpanya.

Tidak ada saksi mata yang melihat secara langsung bagaimana peristiwa itu berlangsung. Diduga, setelah melakukan aksinya, pelaku segera melarikan diri dari lokasi kejadian. Lokasi kejadian yang relatif sepi pada malam hari diduga menjadi salah satu faktor yang dimanfaatkan pelaku untuk beraksi.

Korban bernama lengkap Abd. Haris, berusia 50 tahun, berprofesi sebagai pengemudi Maxim Bandara. Ia beralamat di BTN Anugrah Residence Kariango Blok D2, Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa korban baru saja menempati tempat tinggal tersebut selama beberapa minggu terakhir bersama istri dan dua orang anaknya.

Pihak kepolisian dari Polsek Tanralili segera turun ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Tim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengumpulkan bukti awal.

Dari hasil pengamatan awal, penyidik menduga motif kejahatan ini berakar dari dendam atau perselisihan pribadi. Diduga kuat pelaku telah mengamati pergerakan korban dan mengetahui waktu kepulangannya, serta memahami kondisi lingkungan sekitar yang cenderung sepi di malam hari. Hal ini mengarah pada dugaan bahwa pelaku telah merencanakan aksinya terlebih dahulu.

Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian akibat luka-luka yang dideritanya. Jenazah kemudian dievakuasi oleh pihak kepolisian menuju Puskesmas Tanralili untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk visum dan kemungkinan otopsi guna mengungkap fakta lengkap peristiwa tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas pelaku dan menangkapnya agar dapat dipertanggungjawabkan di hadapan hukum. (Faisal)

Writer: FaisalEditor: Adhitya MR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *